Saturday, September 4, 2010

andai diluahkan

andai ku luahkan

diamku bukan tanda marah

senyumku bukan tanda senang

pendamku dengan harapan ia bakal terpadam

hatiku senantiasa mengharapkan tenang sudi bertandang

takdir kadang-kadang mempertemukan sesuatu yang tak diundang

menduga dalam bermacam ragam

memberi apa yang tak dirancang

membuatkan mengalir air mata kesedihan

membuat kita terasa akan kehilangan

namun dengannya

memberi kita erti perkenalan

memberi peluang menilai siapa di sisi tika duka

serta

siapa sekadar kenalan dalam mengisi ruang episod kehidupan penuh warna..

ku hargaimu setiap masa

teman,

apakah mungkin?

aku bisa mendapatkan Abu Bakar?

persahabatan seperti as-siddiq

persahabatan terjalin kerana al-khaliq,

harta dikorban bukan sedikit,

cintakan kebenaran sanggup bersakit..

aku ingin kita tawakal seperti Ibrahim a.s mulia,

ketika meninggalkan insan tercinta,

di bumi tandus tanpa bicara

menyakini ALLAH sebagai penjaga

aku ingin kita seperti UMAR

berdiri tatkala tunduknya manusia

bersuara tatkala diamnya mereka

menggerunkan musuh durjana

Aku ingin kita sepemaaf Yusuf

tetap mencintai dan menolong saudaranya

walaupun pernah dihumban ke perigi tua

terpisah dari ayahanda bertahun lamanya

teman..

kelemahan bukan untuk dirintihkan

tapi satu peluang untuk saling melengkapkan

alangkah indahnya perasaan

yang dekat dengan AR-RAHMAN

semoga dengan kehadiran nilai persahabatan

tersingkaplah nilai KEIKHLASAN

dalam sebuah PERJUANGAN..

inspirasi dari DUHAI TEMAN SEJATIKU

9.56 P.M

4 september 2010

fi baiti sakinah

[KULIAH TASAWUF]

“berlapang dada menerima teguran SUPAYA BERTAQWA adalah lebih baik daripada menerima PUJIAN yang membawa kepada KUFUR” [KITAB AL-HIKMAH]



2 comments:

penGemiS rEDHA Ilahi....~ said...

~ukhwahfiLlah ukht..=)

aNis hUmaiRa said...

syukran ya ukht (^-^)
ukhuwah fillah aidon