Friday, November 5, 2010

ingin memiliki :: bicara PEDUSI


Bismillahirrahmanirrahim..

Saat ku menulis ini, hatiku masih berkocak dengan sebuah bicara manusia, semalam aku melangkah ke teratak HARUMAN MAWAR, sekali lagi aku kira berjaya menjentik pemikiranku untuk berbicara dengan “kekasih hatiku”.

Pada mulanya, aku sendiri tidak pasti mengapa aku membutuhkan sebuah karya bernama “BICARA PEDUSI”, namun, cukup menarik perhatian, aku kira setelah membaca sinopsisnya hingga membuatkan aku berfikir, adakalanya benar, apabila diri melangkah ke sebuah daerah yang berbeda dari dunia sebelumnya membuatkan diri tidak seperti semahunya. Mudah mengatur bicara pada permulaannya, namun goyah di tengah-tengah perjalanan. Andai diri serapuh ini, mana mungkin bisa terus dan terus melangkah tanpa mengukuhkan diri. Terkadang terfikir bahawa mampukah sebuah bicara manusia bisa membuatkan aku kembali seperti dahulu? Iye, jika semahunya berpandukan al-quran dan as-sunnah.

Keberadaannya di negara asing bukanlah halangan untuk terus memelihara maruah dan cara hidup yang berlandaskan syariat”..

Subhanallah, bait kata yang sungguh membuatkan jantung berdengup kencang, berdebar-debar memikirkan sebuah kekurangan diri. Lemah dan kerdilnya diri yang sering-kali umpamanya tidak pantas untuk bergelar seorang muslimah sejati, tidak pantas untuk dipandang tinggi. Dugaan yang silih berganti di sebuah daerah baru, indahnya andai aku terus kuat sama ada membina sebuah suasana yang bisa membuat kan alhlinya terus kuat untuk memelihara maruah dan cara hidup berlandaskan syariat.

Sahabat baiknya Nafisah juga mahasiswa Timur Tengah, mereka terpisah antara benua demi mengejar impian dalam mencipta kejayaan. Hanya berhubung melalui internet dapat mengubati kerinduan antara mereka dan segalanya dikongsi bersama.

Menelusuri sebuah kisah persahabatan yang ditafsirkan utuh walau dipisahkan benua, membuatkan hati tertarik, umpamanya kisah diri yang cuba juga menjadi sahabat yang terbaik, walaupun kadangkala usaha tidaklah seumpamanya bisa ditafsir oleh sang manusia, namun cukuplah hanya ALLAH menilainya.

Sejarah srikandi dijadikan sandaran bagi Fatinah dalam menelusuri kehidupan seorang muslimah sejati.

Fatinah, seorang gadis yang punya dorongan motivasi diri yang tinggi dalam menilai erti hidup, bijak merencana masa depan dan punya kualiti seorang srikandi.

Tertarik dengan setiap kata-kata yang di bawa oleh penulis, membuatkan diri berasa, ingin sekali menjadis seorang gadis yang mempunyai dorongan motivasi yang tinggi!! Dan menjadi seorang srikandi yang bukan sekadar mencontohi semangat pejuang dan srikandi dalam sirah tapi membina kekuatan dengan taqwa agar bisa tetap utuh walau apa jua badai yang datang menghempas..

Benar, bukan hanya dengan bersuluhkan bicara manusia kita bisa terus teguh dan tidak lagi rapuh, namun ia bisa menjadi salah satu wadah untuk bangun menyemai benih perjuangan, menarik kehadiran sebuah nilai dalam menghargai “hakikat” yang ingin dicapai oleh setiap muslim yang benar-benar memahami ISLAM.. sudah tentunya, berpandukan buku manual yang terhebat, mukjiat teragung.

Aku tak pasti, sama ada di hatiku, aku hanya hanya ingin sekali memiliki BICARA PEDUSI atau sebenar-benarnya aku ingin sekali sama-sama merasai semangat yang ingin di bawa oleh BCARA PEDUSI seterusnya memahami ilmu yang ingin ALLAH sampaikan di hujung pena insyirah... namun AKU INGIN IA MENJADI SALAH SATU INSPIRASI DAN ASPIRASI SUPAYA IA MENJADI ASAS APRESIASI DALAM MEMARTABATKAN ISLAM!







Ilmu perlu di cari dalam mematangkan pemikiran ke arah mencari motivasi untuk terus berdiri di jalan ini..bak kata seorang ukht “pagarilah ilmu bagai menjaga kebunan, dibenteng rapi, disiram, dibaja, digembur, dipetik, dituai, disalurkan hasilnya untuk REDHA ALLAH….

“Kita sering tidak mendapat apa yang kita mahukan, kerana ALLAH sentiasa mengetahui apa yang sebenarnya kita perlukan ^-^… sebenarnya, kita sering mendapat apa yang kita perlu tanpa kita sedar, iye, kata-kata dan ilmu yang terbatas tidak mampu mentafsirkan bicara TUHAN kepada HAMBANYA”

“Penghormatan dan maruah seorang wanita adalah anugerah paling berharga bagi insan yang bergelar PEDUSI”. ~Anis suka kata-kata ini~

Apakah bisa memiliki BICARA PEDUSI?,

Dihujung pena Anis Humaira,

6 November 2010

12.25 p.m

Fi Baiti Sakinah.

4 comments:

anas said...

nak msuk contest ke??hehe

aNis hUmaiRa said...

hehe... mcm x de hrpn je.. mengarut entah pape ni.. T_T

anas said...

owh,mmg hajat nak msuk la nie??hehe

aNis hUmaiRa said...

hanya sekadar mencuba...